Uncategorized

Karawitan adalah bidang kesenian suara daerah yang terdiri dari vokal dan atau instrumental yang berasal dan berkembang dari kebudayaan jawa. Dengan alunan instrumen dari serangkaian alat musik gamelan dan seorang atau regu penyanyi yang disebut sinden sangat lekat dengan suasana jawa-nya. Inilah salah satu kesenian tradisional Indonesia yang harus selalu kita jaga kelestariannya.

Salah satu peran lembaga pendidikan adalah mengenalkan budaya tradisional kepada peserta didik dan seluruh anggotanya. Difasilitasi dan didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, diadakan lomba karawitan tingkat SMP se-Kabupaten Sukoharjo. dengan membawakan lagu berjudul “Sukoharjo Makmur” dan “Sluku-Sluku Bathok” Pada tanggal 06 November 2018, SMP N 2 Weru turut menjadi peserta dalam acara tersebut.

Di SMP N 2 Weru sendiri, karawitan menjadi salah satu ekstrakurikuler sekolah dan cukup diminati oleh peserta didik. Dibawah bimbingan Bapak Sutarno, S.Pd. regu karawitan yang dinamai Sprendaru Laras berhasil mendapatkan juara I dalam perlombaan yang diadakan Dinas Pendidikan Sukoharjo untuk tahun 2018 ini. berikut ini adalah link untuk video pada saat perlombaan berlangsung.

 

Bahasa Jawa adalah salah satu mata pelajaran muatan lokal wajib di Kabupaten Sukoharjo. Ditengah modernisasi jaman, dinas pendidikan kabupaten sukoharjo mengadakan bermacam lomba bahasa jawa seperti, macapat, geguritan, pidato bahasa jawa, membaca dan menulis aksara jawa. kegiatan yang dilaksanakan hari rabu-kamis tanggal 24-25 oktober 2018 ini sebagai sarana memupuk rasa cinta dan melestarikan budaya jawa untuk siswa siswi tingkat SMP se-Kabupaten Sukoharjo baik Negeri maupun Swasta.

Pada kesempatan ini SMP N 2 Weru sebagai salah satu peserta berhasil meraih juara I untuk bidang lomba macapat,yang dibawakan oleh Utsha Dama Suri. Lomba bahasa jawa ini bertempat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo yang beralamat di Sawah, Mandan, Sukoharjo, Jawa Tengah 57516.

Bencana alam gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah pada Jumat,28/9/2018 per 8 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, korban meninggal meningkat menjadi 1.948 korban.
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat terdapat 10.679 orang luka berat. Tercatat pula 835 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.
Korban selamat 74.444 mengungsi di 147 titik.
Dilaporkan pula, 65.733 rumah dan 2.736 sekolah rusak. Juga terdapat 7 fasilitas kesehatan rusak berat, yang terdiri dari 1 rumah sakit dan 6 puskesmas.
(dikutip dari artikel Kompas.com – 08/10/2018, 15:33 WIB)

Sebagai manusia yang berjiwa sosial hendaknya saling membantu dalam segala hal terlebih kepada saudara kita yang mengalami kesusahan.
Untuk menanamkan kepedulian dan rasa empati sejak dini, SMP N 2 Weru bersama-sama menggalang dana untuk membantu korban bencana di Sulawesi Tengah.
Pengumpulan ini dari iuran para siswa SMP N 2 Weru, Guru dan Karyawan SMP N 2 Weru dan penggalangan dana dari masyarakat dan pedagang pasar sekitar SMP N 2 Weru oleh tim penggalang.
Total dana yang terkumpul yaitu Rp. 13.981.600,- disalurkan sebagai berikut :
1. Melalui Dinas Pendidikan Sukoharjo sejumlah Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah)
2. Melalui Yayasan Solo Peduli sejumlah Rp. 7.981.600,- (tujuh juta sembilan ratus delapan puluh satu ribu enam ratus rupiah)

 

Festival Kreatifitas Tari Tingkat Kabupaten Sukoharjo

Sabtu, 30 Juni 2018 Kabupaten Sukoharjo mengadakan kompetisi Festival Kreatifitas Tari tingkat SMP.

dibawah bimbingan Ibu Yohanes Tri Rahmawati, S.Sn. dan Ibu Sundari, S.Sn. SMP N 2 Weru berhasil mendapatkan peringkat ke-3. kemudian hari Senin, 27 Agustus 2018 saat upacara bendera mereka menyerahkan piala kemenangan tersebut ke sekolah yang diterima oleh Kepala Sekolah SMP N 2 Weru Bapak Hartanto, S.Pd.

sekolah sangat berterimakasih atas perjuangan siswa berikut ini yang telah mengharumkan nama sekolah SMP N 2 Weru.

  1. Avinda Ariyani
  2. Dina Bening Larasat
  3. Annisa Ayu Wulandari
  4. Arum Marlina Sari
  5. Utsha Dhama Suri

Klik disini untuk menyaksikan videonya.

 

Sabtu, 25 Agustus 2018 SMP N 2 Weru Sukoharjo melaksanakan penyembelihan Hewan Kurban, yaitu 1 ekor sapi. Dipimpin oleh Bapak Khusnan, S.Ag kegiatan dilaksanakan mulai pukul 06:00 pagi.

kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota sekolah SMP N 2 Weru dengan rasa kekeluargaan yang sungguh terasa. Setelah acara penyembelihan, daging dimasak bersama-sama dan dimakan bersama-sama pula.

 

MERDEKA ! MERDEKA ! MERDEKA !

Jumat,17 Agustus 2018. Dimulai tepat pukul 07:00 seluruh anggota SMP N Weru berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara. upacara bendera hari ini begitu spesial karena memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-73. serentak paskibraka menghentakkan kaki untuk mengibarkan bendera sang saka merah putih di SMP Negeri 2 Weru Sukoharjo.
selesai upacara bendera di sekolah, tanpa merasa lelah melanjutkan kegiatan untuk mengikuti upacara bendera di Lapangan Ngreco, Weru. Peserta terdiri dari seluruh sekolah di kecamatan Weru, Sukoharjo.
pada waktu detik-detik proklamasi dibunyikan sirine, kemudian dibacakan teks proklamasi oleh inspektur upacara.

Hari ini tanggal 14 Agustus 2018 , siapa yang tahu tanggal tersebut memperingati hari apa? Tanggal 14 Agustus adalah Hari Ulang Tahun Pramuka.  Pagi ini di halaman SMP Negeri 2 Weru sudah terlihat barisan rapi siswa siswi SMP Negeri 2 Weru dengan berpakaian pramuka. Mereka melaksanakan upacara memperingati Hari Ulang Tahun Pramuka ke-57 yang dipimpin oleh kakak Pembina upacara, yaitu Kakak Hartanto, S. Pd.

Dalam amanat upacara, Kakak Hartanto, S. Pd. Berpesan kepada peserta upacara untuk mengamalkan Dasa Darma Pramuka & Tri Satya Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Amanat ditutup dengan pesan moral yang sangat berkesan “Tepati Janjimu! Tunaikan Sumpahmu! Darmakan Baktimu!”

satu rangkaian dengan upacara peringatan hari pramuka ini, SMP N 2 Weru juga melaksanakan kegiatan PERSARI, yaitu Perkemahan satu hari. perkemahan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dengan jumlah 279 siswa. dimulai hari senin, 13 Agustus 2018 dan berakhir pada hari selasa siang.

bertempat dilapangan Karangwuni, bersatu dengan dinginnya malam dan di bawah teriknya matahari tak menyurutkan semangat jiwa pramuka SMP N 2 Weru Sukoharjo.

Salam Pramuka.

Sebagian dari kalian tentu tak asing mendengar nama Robert Baden Powell, terlebih bagi kalian yang aktif di berbagai kegiatan pramuka, beliau adalah Bapak Pramuka Sedunia, tetapi tidak menutup kemungkinan sebagian dari kalian hanya sekedar tahu namanya saja. Siapa sebenarnya Robert Baden Powell?
Dikutip dari laman Liputan6.com (23 Februari 2018) Robert Baden Powell adalah Bapak Pramuka Sedunia yang juga berperan sebagai seorang Letnan satu umum tentara Inggris. Beliau lahir di London, Inggris pada 22 Februari 1857 silam. Baden Powell telah menggeluti kariernya sebagai Tentara Militer Inggris selama puluhan tahun. Beliau juga pernah menjadi pemimpin di usia muda, yaitu ketika beliau berusia 26 Tahun dan menduduki posisi dua teratas saat ujian tentara.

Sepanjang karir militernya, Baden Powell ternyata pernah bekerja sebagai mata-mata. Hal ini membuatnya pergi ke Jerman, Austria, dan Rusia untuk belajar tentang kemajuan teknologi dan militer terbaru.

Ternyata, bukan hal yang mudah mendirikan gerakan pramuka di tengah kesibukan Baden Powell di militer. Pada tahun 1910, Baden powell akhirnya memutuskan mundur dari Angkatan Darat dan menjadi ketua komite pelaksana gerakan pemanduan.
Baden Powell melakukan perjalanan secara ekstensif untuk mempromosikan kepramukaan, termasuk perjalanan ke Amerika Selatan, Rusia, Kanada, dan Hindia Barat. Tak hanya aktif di lapangan, ternyata Baden Powell juga merupakan seorang penulis. Melalui bukunya yang berjudul SCOUTING FOR BOYS yang diterbitkan pada tahun 1908, ia mengajarkan banyak hal tentang gerakan kepanduan, yang kini telah diikuti dan diterapkan banyak orang diseluruh dunia.(-er)